About Uge


Pengagum Baginda Rosul Muhammad SAW, karena gelar Al-Amin-nya (seorang yang dapat dipercaya). Padahal mungkin hampir setiap hari kita pernah berdusta.

Pengagum Khalifah Umar Bin Khatab, karena kedermawanannya (menginfakkan 50% pendapatan rutinnya di jalan Alloh). Padahal menginfakkan seribu rupiah ke dalam kotak amal masjid setiap hari Jum'at saja begitu berat rasanya bagi sebagian besar dari kita.

Pengagum para social entrepeneur, yang bergerak cepat menolong saudara – saudara kita yang menderita tanpa diminta. Padahal kita sendiri jika diminta saja pelitnya luar biasa.

Seorang pria normal, diantara banyak paranormal yang justru membuat banyak orang beragama secara tidak normal karena menyekutukan Tuhan-nya.

Pengagum Asmirandah (versi berjilbab), saya yakin bahwa tingkat kecantikan seorang wanita akan mencapai puncaknya saat ia tampil berjilbab dan bersahaja.

Kenapa saya disebut Ustadz?
Ini cuma julukan temen-temen karena menganggap saya adalah orang yang paling stabil jiwanya, yang dewasa pemikirannya, yang mampu menasehati secara kritis namun tidak fanatis, meski kadang suka “sok” alim padahal lulusan pesantren juga bukan, ikut pengajian pun jarang.

Kenapa malah jadi Ustadz Galau?
Sekali lagi ini julukan baru dari sahabat-sahabat saya, karena meski sering dipanggil ustadz, saya sendiri tidak bisa lepas dari syndrome galau yang saat ini tengah merajalela, menjangkiti setiap insan di dunia tanpa memandang gender, suku, agama, status sosial, dan usia. “Ustadz juga manusia, tidak sempurna, bisa galau juga”.

Ya.. sekian saja perkenalannya, yang jelas semua tulisan di blog ini adalah murni subjektifitas dari kegalauan saya melihat fenomena-fenomena di sekitar kita. Tidak bermaksud menyinggung siapapun, tapi kalau ada yang tersinggung pasti ada hikmah deh dibalik ketersinggungannya, ekekek (membela diri). Semoga kita semua bisa terus memperbaiki diri.

Akhirul kalam, wassalamu'alaikum warrohmatullohhi wabarokatuh.
(akir kata, semoga keselamatan dilimpakan bagi teman-teman semua, diiringi rahmat dan barokah dari Gusti Alloh)

NB: yang mau konsul agak panjang dan lebar langsung ke email ini aja dah: ustadzgalau@gmail.com (tapi mention dulu di twitter ya, ngingetin saya biar ngecek email-nya)