Sabtu, 26 Mei 2012

Zodiak & Pencuri Berita Langit


Beuh,, baca judulnya kayak cerita dongeng,, hehehe.

Scorpio:
“Minggu ini ada sedikit kejutan dalam cerita cinta, tunggu saja apa kejutan itu.
Si dia tetap setia pada Anda kok, jadi jangan ikuti kata orang yang mungkin memang sengaja ingin menghancurkan hubungan Anda dan dia.

Kebetulan zodiak saya menurut kalender Yunani (mBak Yu Nani) itu Scorpio, nah kutipan di atas itu hasil ramalan untuk minggu ini bagi si pemilik zodiac scorpio. Hadeeeh, heran ramalan beginian kok banyak yang percaya, tu liat ramalan di atas, jelas jelas saya masih jomblo #ups, eh dibilang punya hubungan dengan dia, dia siapa? Asmirandah? Boleh lah kalau asmirandah mah, hehehe

ABG (Anak Baru Galau) jaman sekarang terutama, pasti nunggu-nunggu ramalan bintang setiap minggunya yang banyak ditulis di majalah-majalah remaja. Ada ramalan tentang karir, kesehatan, dan yang paling ditunggu-tunggu adalah ramalan tentang asmara. Ada yang percaya banget sama ramalan bintang ini, ada yang diramal “Anda akan sakit berat, untuk mencegahnya makanlah jeruk yang banyak”, walhasil si ABG-pun makan jeruk sampe 15 kilo, malah teler deh dia, huahaha (becanda). Yang jelas mungkin salah satu dari kita pernah mepercayai ramalan-ramalan seperti itu. Apalagi dengan semakin maraknya media jejaring sosial, banyak sekali akun dengan nama zodiak muncul dan di follow hingga ratusan ribu orang.

Padahal Islam melarang keras kepercayaan terhadap ramalan.

Semakin cinta semakin benci


Saya baru saja berbincang dengan sahabat saya, namanya Abi. Dia bercerita tentang kisah cintanya jaman jahiliyah dulu yang akhirnya kandas di tengah jalan.
Dia mengatakan “kenapa kita membenci sesuatu yang sangat kita sayangi?”,
jawabannya adalah “karena sesuatu yang dimaksud tidak sesuai dengan harapan kita”,
ya besarnya harapan akan berbanding lurus dengan besarnya kekecewaan. Apalagi jika kita menggantungkan harapan pada sesama manusia, pasti banyak kecewanya, seharusnya kita menggantungkan harapan hanya pada Gusti Alloh semata, karena DIA-lah yang menentukan akan memenuhi harapan kita atau menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

Si Abi ini telah menjalin hubungan dengan seorang gadis, sebut saja melati, selama kurang-lebih 3 tahun. Hari-hari mereka lalui dengan bahagia, berbunga-bunga (kata si Abi). Kemana-mana selalu berdua, makan berdua, belanja berdua, nonton berdua, jahiliyah banget pokoknya. Sampai pada suatu saat tiba-tiba si Melati minta putus tanpa sebab yang jelas. Yang jadi alasan saat itu adalah karena long distance, si Abi kerja di Malang, sementara si Melati masih kuliah di Kediri. Si Melati merasa kurang diperhatikan, tidak seperti dulu saat belum long distance.

Juedeeer,,  si Abi merasa seperti kejatuhan meteor di siang bolong. Hatinya remuk seketika. Wajar saja si Abi sangat berharap Melati bisa menjadi istrinya kelak, karena itu si Abi bekerja keras agar bisa segera melamar Melati. Tapi apa mau dikata, harapan tinggal harapan, mimpipun hanya sekedar mimpi. Singkat kata hari itu juga mereka putus hubungan. Si Abi pun dilanda GALAU berkepanjangan, entah si Melati, apakah dia GALAU juga?

Bayangkan saja, 3 tahun menjalin hubungan, sudah berpikir kea rah pernikahan, bahkan mungkin si Abi sudah tidak berpikir mencari calon istri lain selain Melati, namun tiba-tiba hubungan mereka kandas di tengah jalan. Ya si Abi sangat mencintai Melati, itulah yang membuatnya menderita GALAU stadium lanjut, makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, semangat kerja pun hilang entah kemana.

Minggu, 20 Mei 2012

Pacaran di depan mata



“Tad, Islam itu mengenal pacaran gak sih?”,
“enggak, kenalnya ta’aruf, proses saling mengenal untuk menuju jenjang pernikahan”,
“berarti bis ta’aruf terus nikah?”,
“enggak juga, kalau dirasa cocok ya lanjut nikah, kalau kurang cocok ya bisa ta’aruf sama yg lain :D”,
“terus apa bedanya ma pacaran? putus.. cari lagi deh.. “,
“ya tergantung persepsi masing-masing, kalau pacaran itu diidentikkan dengan boleh pelukan, ciuman, sampai gitu-gituan ya itu haram lah bro”,
“ane pacaran paling cuma ngobrol aja Tad, jangankan pelukan, gandengan tangan aja gak pernah..”,
“cakeeep…  dibatesi aja sampe situ, jangan lama-lama pacarannya, langsung lamar aja”

Yang ngerasa kesindir dengan dialog diatas jangan tersinggung ya.. #ups  hehehe cuma mau mengingatkan, hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim harus dibatasi, jangan berlebihan. Kalau sampai terjadi hal yang diinginkan oleh setan kan kita juga yang rugi.  Kalau mau bebas, lepas.. ya nikah lah satu-satunya solusi.

Saya paham bahwa rasa penasaran kita terhadap lawan jenis itu tinggi, apalagi yang masih ABG (Anak Baru Galau), kadang ketertarikan pada lawan jenis datang lebih awal dari waktu yang diperkirakan. Kalau udah suka sama seseorang, walaupun cuma sekedar memandang rasanya kayak terbang kebulan, menari-nari sampai mabuk kepayang. Apalagi kalau udah disapa, dikasih senyum, dikasih perhatian, wuiiih.. rasanya semuanya serba indah. Hari pertama telpon2an, hari kedua ketemuan, hari ketiga jalan bareng, hari ke-empat nonton bareng (di bioskop), hari kelima nonton bareng (di kamar), hari ke enam (masih di kamar) gak tahu pada ngapain,, haduh.. jangan sampi deh.

Kemarin sore saya iseng jalan-jalan di komplek kampus terus makan di foodcourt UGM, dan jeng.. jeng.. jeng.. baru duduk langsung dibuat ngiri sama pemandangan ini:

Senin, 14 Mei 2012

Aku takut Dia adalah Jodohku


Aku takut dia adalah jodohku
Yang selalu mengeluh atas masalah dan situasi yang dihadapinya..
Capek lah, sakit lah, bosen lah..
Bagaimana jika kami menikah nanti, pikiranku mungkin sudah ruwet dengan pekerjaan yang kulakukan hari itu, aku butuh senyuman dan sambutan hangat istriku, bukan keluhannya..

Aku  takut dia adalah jodohku
Yang selalu ingin menyaingi teman-temannya dalam hal keglamoran dan kemewahan,
Koleksi pakaian lah, koleksi perhiasan lah, harus yang bermerk lah, harus yang mahal lah..
Padahal penghasilanku pas-pasan, dan kami harus menabung untuk masa depan anak-anak kami kelak..

Aku takut dia adalah jodohku
Yang selalu membandingkan aku dengan pria-pri a lain yang ia kenal,
Si A baik loh, si B pinter banget cari duit loh, si C perhatian banget loh,
Aku bukan manusia sempurna, tapi tolong sedikit hargai perasaanku

Aku takut dia adalah jodohku,,
Yang galak, yang tidak mau mengasuh anak , yang tidak mau belajar masak, bisa - bisa aku makin kurus gak keurus

Aku takut dia adalah jodohku,
Yang menyepelekan ibadah, yang tidak mau mendengar perintah, kadang berjilbab kadang tidak, kadang sholat kadang tidak
Memang suami adalah pemimpin dan harus bisa memimpin, tapi aku juga harus mendapat istri yang bisa dipimpin.

Wahai jodohku, wahai jodoh dari Tuhan yang disiapkan untukku.. dengarkan curhatkuuuu…

Sabtu, 12 Mei 2012

Syahwat = Sayang Akhwat


Alkisah hari ahad itu kondisi pondok begitu sepi, tetangga paling ujung belakang pamit mudik untuk menyelesaikan masalah di kampungnya, sedangkan tetangga depan dan samping tak nampak dan tak terdengar jua kabar beritanya. Dalam hening tiba-tiba terdengar suara rengekan kuda dari halaman kerajaan, rupanya ada kawan lama yang berkunjung dari negeri seberang. (kok kayak lagi nulis dongeng, heuuuw)

Berhubung masih pagi, sekalian saya ajak dia main-main ke sunmor (baca: Sunday-morning, sebuah istilah untuk kawasan UGM di minggu pagi yang beralih fungsi menjadi pasar tiban). Setelah capek muter-muter, akhirnya kami nongkrong di salah satu warung makan, tepat jam 11.00 waktu Yogyakarta kami pun melaksanakan ritual rutin manusia yang disebut “sarapan”.

“Tad, kamu ini sarapan apa makan siang?”, Tanya si jono (bukan nama sebenarnya).

“sarapan, jon, tapi aku lebih cocok menyebutnya makan dhuha, ya walaupun agak telat”,

“hahaha.. gayamu Tad”,

Kami ngobrol ngalor-ngidul, ketawa cekikikan dengan bahasa kebangsaan kami, para konsumen warung melihat terheran-heran, mungkin berkata dalam hati siapakah gerangan 2 makhluk asing ini atau malah justru tertawa dalam hati? Yah.. isi hati hanya Gusti Alloh yang tahu, intinya kami berdua cuek sahaja.

Tiba-tiba si jono nyletuk,
“Tad, sudah punya istri berapa sekarang? Sudah berapa akhwat yang kamu kibuli?”, (jono memasang muka mesum kemudian tertawa terbahak-bahak)

“Aku gak pernah ngibul Jon, kamu itu yang tukang ngibul, playboy cap kaleng kerupuk,, kalau istri ya sesuai artinya ada tiga, is = adalah, tri = tiga, hahaha..”,

“hahaha parah kamu Pak, aku sudah tobat, istriku juga cuma satu gak mau dimadu”,

“kalo gak mau dimadu ya diracun saja Jon”,

“hahahahaha..” (ketawa sampai mulut dan perut kram)
Akhwat dalam cerita Bandung Bondowoso

Hidup itu Cuma Numpang Ketawa


Hari itu pukul 18.22 (ba'da maghrib) ada sms masuk dari Lala (sahabat saya :red).

“Apa kabar Tad?”,

“hahaha, Alhamdulillah rada pilek, gimana kabarmu La?”,

“Alhamdulillah secara lahiriah sehat, kalau batiniah… hmmmmm :((” (alarm berbunyi, GALAU DETECTED!!)

“Lho ada apa gerangan? Masalah cinta? Pekerjaan? Ada yang bisa dibantu? :),

“Kerjaan Tad :( masalah hubungan antar pegawai, lebih tepatnya dengan senior”,

“Oalah, masalah yang dulu itu? Masih berlanjut perlakuan tidak menyenangkannya, kok bisa? Kan kamu dah cukup lama kerja disitu?”,

“emang aku dah pernah crita ya? Tekanan batin Tad :(”,

Jadi one upon a time si Lala pernah cerita bahwa di kantornya bekerja sekarang, di sebuah institusi pemerintah, ada seorang senior wanita paruh baya yang satu ruangan dengannya. Sebut saja Ibu X (istrinya Mr.X), si Ibu X ini kerap kali “menyerang” Lala dengan kata-kata tidak menyenangkan, baik itu sebuah sindiran maupun ucapan terang-terangan. Terang saja si Lala dibuat GALAU berkepanjangan, biasanya orang semangat buat kerja, ini gara-gara ada si Ibu X maka bayangannya tentang kantor berubah menjadi sebuah tempat yang menyeramkan dan tidak menyenangkan.

Jumat, 11 Mei 2012

Ustadz dan Rok Mini


Kemarin sehabis buka puasa, saya dan jama'ah pondok ngobrolin tentang rok mini. Ya mumpung sudah buka puasa, jadi kan tidak merusak pahala puasa (tetep aja rusak). Pembicaraan dimulai dari audisi personil baru Cherrybelle, pria mana pun akan antusias membicarakan para chibi, terutama si Annisa. Walaupun saya tetap berkeyakinan bahwa seseorang akan mencapai puncak kecantikannya ketika ia berjilbab. Contohnya dek Asmirandah dalam film Ketika Cinta Bertasbih, subhanalloh, ayu tenan sedulur.. sedulur.. (kalau berjilbab), kalau gak berjilbab ya cantik, tapi biasa saja, tidak bisa menggetarkan hati saya.

Asmirandah berjilbab - cantik banget gan


Tidak tahu darimana Pak Kyai tahu tentang Cherrybelle tiba-tiba beliau nyeletuk,

“yah, cherrybelle ngadain audisi, pasti banyak yang pake rok mini tuh disono”, hahaha kami semua tertawa.

Ya sebagaimana kita tahu bersama, rok mini, celana super mini, hot pants, atau apapun namanya yang dipakai cewek-cewek gaul jaman sekarang sudah tidak dianggap tabu lagi, terutama di kota metropolitan. Bahkan di pondok (baca: kos-kosan) kami, anaknya ibu kos yang SMA, gadis yang lagi seger-segernya tidak segan lewat di depan kami dengan memakai celana yang super mini. Pokoknya kalau anak ibu kos lewat jangan sampai berkedip deh, sayaaaang :p

Senin, 07 Mei 2012

Tombo Galau

GALAU, entah sejak kapan kata tersebut lahir, yang jelas waktu saya mengalami yang namanya cinta monyet dulu jelas kata itu belum popular seperti sekarang. Secara epistemologis kata tersebut merujuk pada sebuah keadaan dimana wajah kita tampak lesu, tidak bersemangat, suasana hati tidak enak, dan pada tahap awal infeksinya akan mereduksi tingkat keceriaan serta mood seseorang. Kemudian pada kasus yang sudah sampai infeksi stadium akhir bisa membuat orang yang terinfeksi kehilangan semangat hidup, nah lho.. bisa dikatakan jika GALAU adalah faktor penyumbang terbesar dari kasus bunuh diri di dunia. Penyakit ini tidak merusak kekebalan tubuh seperti HIV, tetapi lebih mematikan karena merusak kekebalan iman.

GALAU ini bisa menjangkiti siapa saja, apapun gendernya, apapun sukunya, berapun usianya, dari yang miskin sampai yang kaya, dari yang jomblo sampai yang istrinya tiga, semua bisa terjangkiti penyakit ini. Jika dilakukan penelitian epidemiologi dengan menggunakan cross sectional study mengenai perbandingan penderita GALAU berdasarkan karakteristik responden yang saya sebutkan sebelumnya, pasti prosentase terbesar ada pada kategori remaja. Namun jika kita telaah lebih dalam menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif akan diketahui bahwa GALAU bisa menjangkiti siapa saja dengan propbabilitas yang sama. Artinya GALAU itu tidak pilih kasih, siapapun yang daya tahan imannya sedang turun akan didatanginya.

Eh serius amat si bacanya, yang nulis aja gak pernah bisa serius kok kalau menjalin hubungan, eeeh… hubungan listrik maksudnya, saya kan bukan anak elektro :p