Senin, 12 November 2012

Jodohku


Wahai yang tertulis di Lauh Mahfuz sebagai jodoku..
Kamu dimana ya sekarang? Sedang apa?
Maaf aku sudah berusaha mencarimu, tapi memang waktu pertemuan kita masih belum tiba
Semoga lekas aku bisa menjumpaimu, kemudian menghalalkanmu sebagai pendamping dan ibu bagi anak-anakku

Wahai yang tertulis di Lauh Mahfuz sebagai jodoku..
Tahukah kamu, semakin hari rasa rinduku padamu semakin menggebu
Menggebu untuk segera menyempurnakan separuh agamaku
Menggebu untuk menggenapkan tulang rusukku
Apakah kau merasakan hal yang sama?

Kata orang, menikah itu luar biasa enaknya..
Karena iu aku ingin membuktikannya
Dan aku percaya, engkau sudah dipersiapkan oleh Alloh sebagai pendampingku
Maka tunggulah kedatanganku,

Jangan main-main sama yang lain ya..
Aku tak rela..

Jangan coba-coba pacaran,
Aku tak mau jika istriku kelak bersatus ‘mantan’
Karena aku pernah mendengar seorang berkata ‘mantan’ adalah jodoh orang lain yang sempat kita ‘cicipi’
Sungguh aku tidak rela engkau direndahkan dengan status pacaran

Maka dari itu wahai yang tertulis di Lauh Mahfuz sebagai jodoku..
Jaga baik-baik kehormatanmu,
Sampai saatnya nanti aku menjemputmu
Dengan mas kawin yang engkau tentukan untuk menghalalkanmu dalam kehidupanku
Jodohku…. Tunggu aku.